Kasi Humas Polres Mamasa IPTU Andi Panaungi menjelaskan bahwa proses pemadaman melibatkan sinergi kuat antara personel Polres Mamasa, Kodim 1428 Mamasa, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamasa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat dan perangkat desa. Tim Damkar fokus melakukan penyemprotan air pada area kritis yang berbatasan dengan permukiman warga untuk mencegah api merembet ke rumah penduduk.
"Hingga saat ini, api sudah dapat dikuasai sepenuhnya. Fokus kami sekarang adalah memastikan tidak ada titik api baru yang muncul dan menjaga agar sisa bara tidak kembali menyala," ujar IPTU Andi Panaungi.
Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, total lahan yang hangus terbakar mencapai kurang lebih 3 hektar. Lahan tersebut merupakan milik dua warga setempat, yaitu Ratmo Seaklangi (Kepala Dusun) dengan luas lahan sekitar 2 hektar, dan Dominggus (Aparat Desa) dengan luas lahan sekitar 1 hektar. Jenis vegetasi yang terbakar didominasi oleh tanaman non-produktif seperti pakis dan pohon pinus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Menyikapi seriusnya kejadian ini, Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S.H., S.I.K. langsung memerintahkan tiga perwira utamanya untuk turun ke lokasi guna memantau perkembangan situasi. Ketiga perwira tersebut yakni Kasi Humas IPTU Andi Panaungi, Kasat Intelkam IPTU Jerson, dan Kasat Tahti IPTU Junaedi. Kehadiran para pimpinan satuan ini bertujuan untuk mengkoordinasikan langkah-langkah lanjutan, baik dalam hal pemadaman total maupun investigasi penyebab kebakaran.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Berdasarkan keterangan saksi mata, Sdri. Putri, sebelum kobaran api muncul, ia mendengar suara sepeda motor dan melihat seseorang mengendarai sepeda motor meninggalkan lokasi menuju arah Tawalian. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia. Faktor pendukung berupa kondisi vegetasi yang kering dan hembusan angin kencang juga diduga mempercepat penyebaran api.
"Penyebab pasti masih belum bisa dikonfirmasi 100 persen. Kami akan terus mendalami keterangan saksi, memeriksa titik awal api, dan kemungkinan adanya aktivitas lain di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi," tambah IPTU Andi Panaungi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Personel gabungan masih melakukan pemantauan pasca-pemadaman (cooling down) untuk memastikan keamanan total. Masyarakat di sekitar lokasi dihimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda asap atau api baru.
Humas Polres Mamasa
Polda Sulbar
(Red).

